HEADLINE
Dark Mode
Large text article

Imigrasi Klungkung Gaspol: Gandeng Media, Layanan Publik Naik Kelas, Perang Lawan Calo & Hoaks


KLUNGKUNG, http://WARTAGLOBAL.Id
 Nggak cuma buka lapak di Car Free Day. Imigrasi Klungkung sekarang “naik kelas”. Pelayanan publik diperkuat, media digandeng, calo + hoaks dibabat. Targetnya: warga urus dokumen tanpa drama.

Kamis 11/6/2026, Kakanim Kelas III Non TPI Klungkung Edmon Arwin kumpul bareng insan pers di Warung Laco. Agendanya padat: edukasi, inovasi, plus komitmen tingkatkan pelayanan publik.

1. Pelayanan Publik Ditingkatkan: Dari “Bisa” ke “Mudah & Nyaman”
Edmon Arwin bilang jelas: Imigrasi hadir buat masyarakat. Makanya 3 jurus baru disiapkan:

a. Turun ke Lapangan
Layanan paspor + izin tinggal WNA siap hadir di Car Free Day tiap Minggu. Warga Nusa Penida, Nusa Lembongan, Nusa Ceningan nggak perlu menyeberang cuma buat tanya syarat.

b. Kirim Dokumen Via Pos
Kerja sama dengan PT Pos Indonesia lagi disusun PKS-nya. Daftar online, paspor jadi dikirim ke rumah. Stop antri, stop bolak-balik.

c. Program Jemput Bola Jalan Terus  
Eazy Passport + Paspor Simpatik tetap jalan. Komunitas, sekolah, kantor bisa minta dilayani di tempat. Jam kerja fleksibel, biar warga nggak bolos kerja.

_“Kami terus berupaya menghadirkan pelayanan yang cepat, mudah, dan nyaman bagi masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan,”_ tegas Edmon.

2. Gandeng Media: Stop Hoaks, Naikkan Literasi
Ini kunci biar pelayanan naik kelas nggak sia-sia. Kalau masyarakat nggak tahu, percuma.

_“Kami juga ingin terus memberikan edukasi dan menyebarluaskan informasi yang dibutuhkan masyarakat agar semakin memahami layanan keimigrasian,”_ ujar Edmon.

Artinya: biaya resmi, alur urus, sanksi pelanggaran keimigrasian langsung disebar lewat media. Bye bye info “katanya-katanya” di grup WA. Bye bye calo yang jual “jalan pintas”.

Garis Bawah: Pelayanan Bagus = Transparansi + Akses
1. Akses Didekatkan: CFD + Pos + Jemput Bola = Imigrasi yang nyamperin rakyat, bukan rakyat kejar Imigrasi.
2. Transparansi Ditingkatkan: Media jadi corong resmi. Masyarakat melek, calo mati kutu.
3. Kepulauan Nggak Ditinggal: Nusa Penida dkk dapat porsi yang sama. Jarak bukan alasan pelayanan lambat.

Pesan Kakanim: “Imigrasi Klungkung untuk masyarakat. Kalau ada oknum minta biaya di luar PNBP, lapor. Itu bukan kami.”

Langkah Klungkung ini bukti: pelayanan publik bisa naik kelas kalau mau jemput bola + terbuka ke media. 


Post a Comment
Close Ads
Floating Ad Space