Jokowi Buka Kartu, Akui Resmi Jadi Anggota PSI Sejak Oktober 2025.

BANDUNG, RedMOL.id - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) akhirnya membuka secara terbuka status politiknya di Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Dalam Rapat Koordinasi DPD PSI Kota Bandung, Sabtu (26/9/2026), Jokowi menyatakan dirinya telah resmi menjadi bagian dari keluarga besar PSI sejak sekitar satu tahun lalu.
“Bahwa saya itu sudah masuk menjadi keluarga besar PSI,” kata Jokowi.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu bahkan menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI untuk menjawab keraguan sejumlah pihak mengenai status keanggotaannya.
“Banyak yang enggak percaya. Sekarang saya buka saja kartu anggota saya,” ujarnya.
Jokowi kemudian membacakan nama dan nomor keanggotaan yang tercantum dalam kartu tersebut. “Sekarang saya bacakan di sini, tertulis nama Joko Widodo, nomor keanggotaan, saya baca ya S 337220257777777. Saya enggak tahu kenapa nomor tujuhnya kok banyak sekali,” katanya.
Dengan menunjukkan KTA tersebut, Jokowi meminta statusnya sebagai bagian dari PSI tidak lagi diragukan.
PSI Disebut Masih Baru, tetapi Mulai Diperhitungkan
Dalam kesempatan yang sama, Jokowi menyebut PSI sebagai partai baru. Namun, ia mengatakan keberadaan PSI saat ini telah menimbulkan perhatian dari berbagai pihak.
“Karena meskipun, PSI ini partai baru, tetapi sekarang ini sudah banyak ketakutan,” tuturnya.
“Wong sama partai baru kok takut,” lanjut Jokowi.
Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa PSI dapat berkembang menjadi partai besar di masa mendatang.
“Ini partai baru, tapi juga hati-hati, meskipun partai baru hati-hati, ini akan menjadi partai besar,” ucapnya.

Jokowi: Parliamentary Threshold 5-8 Persen Bukan Masalah
Jokowi juga meminta kader PSI tidak menjadikan parliamentary threshold sebagai alasan untuk gentar. Menurutnya, target PSI tidak semata-mata hanya masuk ke Senayan.
Ia menyebut berbagai kemungkinan ambang batas parlemen, mulai dari 5 hingga 8 persen, dan menekankan pentingnya kerja keras kader.
“Kita harus meyakini itu, target kita bukan hanya masuk Senayan,” katanya.
“Oleh sebab itu saya sampaikan, parliamentary threshold 5 persen, oke, enggak masalah. Mau parliamentary threshold 6 persen, enggak masalah. Mau parliamentary threshold 7 persen, enggak masalah. Mau parliamentary threshold 8 persen, enggak masalah, asalkan saudara-saudara bekerja keras untuk Partai PSI,” ujar Jokowi.
Struktur PSI Diminta Hidup dan Bergerak
Jokowi kemudian menyoroti pentingnya struktur organisasi partai agar tidak hanya terbentuk secara administratif, tetapi benar-benar bekerja di tengah masyarakat.
“Yang paling penting struktur itu harus hidup, bekerja. Percuma strukturnya selesai tapi tidak bekerja dan tidak ada dinamikan di bawah. Struktur itu harus hidup dan bekerja,” tegasnya.
Ia meminta kader PSI membangun jaringan dengan berbagai komunitas, khususnya di Kota Bandung.
Selain itu, kader diminta menjaga hubungan dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga tokoh perempuan.
“Semuanya kita harus memiliki hubungan yang baik dengan beliau-beliau dan kita kenalkan, ‘ini loh PSI’,” kata Jokowi.
Jokowi juga mendorong kader aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan seperti kerja bakti, gotong royong, membantu masyarakat, serta hadir dalam berbagai ruang publik.
Menurutnya, komunikasi tidak cukup dilakukan melalui struktur formal. Kader harus hadir dalam forum diskusi, dialog, maupun kegiatan masyarakat.
“Yang kita cari adalah dukungan rakyat, masyarakat, warga,” ujarnya.
Karena itu, Jokowi menekankan pentingnya kehadiran kader PSI sedekat mungkin dengan masyarakat, termasuk berada di halaman maupun di depan pintu rumah warga.
“Kalau tidak bisa masuk paling tidak hadir di depan pintunya, kalau tidak bisa di depan pintunya di halamannya,” kata Jokowi.
"Redaksi RedMOL - Isbat Usman"