HEADLINE
Dark Mode
Large text article

Harga Emas Antam Naik Rp12.000 per Gram, Capai Rp1.714.000 pada 13 Maret 2025


Jakarta, RedMOL.IdHarga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp12.000 per gram pada hari ini, mencapai Rp1.714.000 per gram. Tren positif ini mencerminkan kenaikan harga emas dalam sebulan terakhir dengan total peningkatan sebesar 1,3%.

Selain itu, harga pembelian kembali (buyback) emas Antam juga naik menjadi Rp1.563.000 per gram. Kenaikan ini menunjukkan adanya peningkatan permintaan di pasar serta berbagai faktor eksternal yang mempengaruhi pergerakan harga emas.

Para analis menyebut bahwa kenaikan harga emas ini dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global yang berfluktuasi serta meningkatnya permintaan emas sebagai aset safe haven. Ketidakpastian ekonomi dunia dan kebijakan suku bunga dari bank sentral juga menjadi faktor pendorong harga emas yang semakin menguat.

Faktor Penyebab Kenaikan Harga Emas

Beberapa faktor utama yang mempengaruhi kenaikan harga emas Antam antara lain:

  1. Ketidakpastian Ekonomi Global – Konflik geopolitik, perlambatan pertumbuhan ekonomi di beberapa negara, serta ketegangan perdagangan internasional turut meningkatkan daya tarik emas sebagai aset investasi.
  2. Kebijakan Suku Bunga Bank Sentral – Penyesuaian suku bunga oleh The Federal Reserve dan bank sentral lainnya mempengaruhi pergerakan harga emas. Suku bunga yang lebih rendah cenderung meningkatkan permintaan emas karena investasi di instrumen lain menjadi kurang menarik.
  3. Permintaan Pasar Domestik dan Internasional – Kenaikan permintaan dari investor serta kebutuhan industri perhiasan dan elektronik juga menjadi faktor utama yang mendorong harga emas naik.
  4. Pelemahan Nilai Tukar Rupiah – Nilai tukar mata uang yang melemah terhadap dolar AS dapat membuat harga emas dalam negeri meningkat karena emas diperdagangkan dalam dolar AS di pasar global.

Dampak Kenaikan Harga Emas

Kenaikan harga emas ini berdampak pada berbagai sektor, terutama investasi dan industri. Para investor yang sudah memiliki emas dalam portofolio mereka akan mendapatkan keuntungan dari apresiasi harga ini. Namun, bagi mereka yang baru ingin berinvestasi, harga yang lebih tinggi dapat menjadi pertimbangan.

Di sisi lain, industri perhiasan yang bergantung pada pasokan emas juga bisa mengalami kenaikan harga produksi, yang berpotensi mengurangi permintaan dari konsumen.

Prospek Harga Emas ke Depan

Sejumlah analis memperkirakan harga emas masih berpotensi mengalami kenaikan lebih lanjut jika kondisi ekonomi global tetap bergejolak. Namun, volatilitas harga tetap menjadi tantangan bagi para investor.

Bagi masyarakat yang ingin berinvestasi emas, disarankan untuk memperhatikan tren harga dan melakukan diversifikasi portofolio guna meminimalkan risiko. Selain itu, pembelian emas dari lembaga resmi seperti Antam dapat memastikan keamanan dan keaslian produk investasi.

(Redaksi)

Post a Comment
Close Ads
Floating Ad Space