Peringatan! Iklan Lowongan Marketing di Kamboja Berpotensi Scam Perdagangan Orang, Polri Imbau Warga Waspada
April 10, 2026
Denpasar, Bali , RedMol. Id, 10 April 2026
Sebuah iklan lowongan kerja yang beredar di media sosial memicu kekhawatiran pihak berwenang terkait potensi penipuan (scam) dan perdagangan manusia di Kamboja. Iklan tersebut menawarkan gaji tinggi untuk pekerja marketing di "Kps" (kemungkinan Phnom Penh), dengan syarat mencurigakan seperti menerima paspor dan visa kadaluarsa, serta jam kerja ekstrem 12 jam sehari.
Menurut iklan yang viral, lowongan membutuhkan 10 orang pria dan wanita berpengalaman marketing, dengan gaji pokok US$800 ditambah US$100, makan tiga kali (masakan Indonesia), mess ditanggung (satu kamar empat orang), dan tanpa kurungan—bahkan boleh keluar setelah pulang kerja. Syarat utama: hanya pemilik paspor aktif, visa kadaluarsa tak masalah, terima pasangan tapi tolak "paifu" (kemungkinan istilah slang untuk single atau kategori tertentu), no agent, dan wawancara langsung.
Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipides) Polri mengonfirmasi bahwa pola iklan semacam ini sering menjadi modus operandi sindikat penipuan daring dan perdagangan manusia lintas batas.
"Banyak kasus warga Indonesia terjebak di Kamboja dengan janji gaji besar, tapi berujung eksploitasi tenaga kerja atau scam kripto. Syarat paspor tanpa visa valid jelas red flag, karena melanggar aturan imigrasi Kamboja dan berpotensi pidana,"
Data Kementerian Luar Negeri RI mencatat, sepanjang 2025, ratusan warga Indonesia menjadi korban scam di Kamboja, termasuk kasus Sihanoukville di mana pekerja dipaksa kerja 14 jam tanpa upah atau disita dokumen. KBRI Phnom Penh telah menangani 45 kasus repatriasi korban serupa sejak Januari 2026. Hukum Kamboja (Undang-Undang Anti-Perdagangan Manusia 2019) dan KUHP Indonesia Pasal 114A mengancam pelaku dengan hukuman hingga 15 tahun penjara.
Pakar imigrasi Universitas Indonesia, Dr. Rina Herdianti, menilai iklan ini "klasik scam recruitment": gaji di atas rata-rata (US$900 untuk marketing entry-level di Kamboja hanya sekitar US$300-500), jam kerja melebihi standar ILO (8 jam), dan fasilitas mess overcrowded. "Ini mirip kasus 'pig butchering' scam yang menyasar pekerja Indonesia.
Jangan tergiur; verifikasi via KBRI atau Disnaker," tegasnya.
Polri mengimbau masyarakat laporkan ke hotline @WhatsApp Dittipides (0811-911-8844) atau aplikasi Patroli Siber.
Hingga kini, pemilik iklan tak teridentifikasi, tapi warga diimbau hindari wawancara langsung tanpa verifikasi.
WartaGlobal memantau perkembangan kasus ini. Kontak redaksi untuk tips identifikasi scam: [email protected].